Skip to main content

Series: Career Plot Twist

Perjalanan Karierku: Dari Arsitektur ke Dunia Kerja

Kalau ditanya, “Kenapa sih dulu ambil arsitektur?” Jawabannya simpel: gue suka desain, suka bikin sesuatu yang nyata, bukan cuma teori di atas kertas. Gue kuliah arsitektur dari 2017 sampai 2021. Dan sekarang, di 2025, gue udah masuk tahun ke-4 berkarier setelah lulus.


Waktu kuliah, gue bukan tipikal anak himpunan. Bukan karena anti-sosial, tapi menurut gue atmosfernya terlalu senioritas dan nggak nyambung sama tujuan pribadi gue. Gue lebih milih ikut workshop jurusan, atau ambil project-project kecil dari luar. Kadang dari rumah tinggal, kadang dari instansi—kebanyakan sih dari dosen yang percaya sama kemampuan gue.


Dan hasilnya? Habis buat biaya maket skripsi, dong. Circle of life anak arsitektur banget kan: cari project, dapat duit, duitnya balik lagi ke maket. Repeat until lulus ๐Ÿคฃ.


Nah, setelah lulus, dimulailah perjalanan karier gue. Dari interior, loncat ke telekomunikasi, balik lagi ke dunia 3D, sampai sekarang siap buka bab baru di luar negeri. Perjalanan ini penuh lika-liku, kadang bikin kaget, kadang bikin senyum-senyum sendiri.


Karena itu, gue pengen bikin seri cerita: Perjalanan Karier Gue. Biar bisa jadi pengingat buat diri sendiri, sekaligus mungkin bisa jadi insight buat lo yang lagi ngerintis karier.


So, let’s start from the very beginning—

Episode 1: Si Interior Designer Serba Bisa.



๐ŸŒ English Version Below ๐Ÿ‘‡


My Career Journey: From Architecture to the Working World

When people ask me, “Why did you choose architecture?” my answer is simple: I love design. I enjoy creating something tangible, not just theories on paper. I studied architecture from 2017 to 2021, and now in 2025, I’m entering my fourth year of professional work.


Back in college, I wasn’t the type to join student associations. Not because I was antisocial, but honestly, the seniority culture felt irrelevant to my personal goals. Instead, I preferred joining workshops or taking on small projects from outside. Sometimes residential, sometimes institutional—mostly referrals from professors who trusted my skills.


And the income? Gone instantly for making models and thesis materials. The circle of life of an architecture student: get projects, earn money, spend it all on models, repeat until graduation ๐Ÿคฃ.


After graduation, my career journey began. From interior design, leaping into telecommunications, circling back to 3D, and now preparing for a new chapter abroad. It’s been full of twists—sometimes overwhelming, sometimes amusing.


That’s why I decided to create this series: My Career Journey. As a reminder for myself, and maybe as an insight for anyone out there just starting their own path.


So let’s start from the very beginning—

Episode 1: The All-in-One Interior Designer.


Comments

Popular posts from this blog

MENGAPA ADA ORANG YANG KIDAL ?

"Kidal itu salah?"  Eits, siapa bilang? Kalau kamu kenal orang kidal yang usianya lebih tua, kemungkinan besar mereka dulu dipaksa buat nulis atau makan pakai tangan kanan . Iya, beneran. Sampai sekarang pun, di banyak tempat masih ada budaya yang nganggep tangan kanan itu “yang benar”. Lucunya lagi, kata “right” dalam Bahasa Inggris tuh artinya bukan cuma kanan , tapi juga benar . Dan bukan cuma di English aja, di banyak bahasa lain juga gitu. Jadi... kalau kidal itu “salah”, kenapa bisa ada orang kidal? ๐ŸŽฏ Faktanya, sekitar 1 dari 10 orang di dunia itu kidal. Dan ini bukan tren baru ya — bukti dari ribuan tahun lalu nunjukin kalau udah sejak 500.000 tahun lalu, sekitar 10% manusia punya tanda-tanda “kekidalan” . Kayak perbedaan panjang tulang tangan, dan cara pakai alat batu zaman purba. ๐Ÿคฐ Kidal itu bukan pilihan, tapi bawaan Bahkan bisa ketebak dari posisi janin dalam kandungan sebelum bayi lahir! Jadi... apakah ini genetik? Jawabannya: ya dan nggak . Contoh nih, anak...

TAU GA SIH? WARNA TERLANGKA DI DUNIA PART I

"Warna tuh cuma 7?" Fix kamu belum kenalan sama dunia nyata ๐Ÿ˜ฎ‍๐Ÿ’จ Kenyataannya, ada lebih dari 10 JUTA warna di dunia ini — dan banyak di antaranya langka banget sampai orang-orang bela-belain cari ke ujung dunia. Yuk kenalan sama warna-warna paling rarest of the rare yang pernah ada: 1. Ultramarine Blue (Biru Lazuardi) (sumber: wikipedia) (sumber: wikipedia) Warnanya cakep banget, biru tua dengan sedikit aura ungu. Asalnya dari batu lazuardi yang dulu harganya lebih mahal dari emas . Dan FYI: Cuma 1% hewan punya warna biru asli Kurang dari 10% bunga Nggak ada makanan yang warnanya biru alami Makanya warna ini beneran ✨limited edition✨ dari alam. 2. Vantablack (sumber: idn Times) (sumber: wikipedia) Warna paling gelap sealam semesta. Dia nyerep 99,965% cahaya — alias, kalau kamu ngelukis benda pakai warna ini, bentuknya bisa kayak “ngilang” gitu ๐Ÿ˜ฑSaking gelapnya, sampai dapet Guinness World Record. Vibe-nya: aesthetic tapi misterius . 3.  Mummy Brown (sumber: idn Ti...

Series: Boss vs Leader || Episode 1: Si Senior Strategis yang Diam-diam Bikin Gue Melek

Episode 1: Si Senior Strategis yang Diam-diam Bikin Gue Melek Jujur ya, dari 4 tahun kerja, gue makin sadar kalau nggak semua mentor itu bentuknya kayak “motivator” yang teriak-teriak di depan atau selalu sibuk kasih wejangan. Ada juga tipe mentor yang ngajarin lo lewat cara mereka nge- play the game . Dan episode pertama ini, gue mau cerita tentang salah satu atasan paling senior yang pernah gue temuin. Beliau ini udah kerja puluhan tahun, literally mungkin 30 tahunan lebih. Dari vibe sehari-harinya, jelas banget dia bukan tipe yang doyan cari spotlight. Nggak ada tuh gaya “nyari muka ke bos lebih gede”. Justru kebalikannya: low-key, tenang, tapi super strategis. Cara ngomongnya singkat, to the point, dan jelas banget kalau dia udah kebal sama politik kantor. Dan anehnya ya, justru karena itulah semua orang respect. Dia disegani bukan cuma karena senioritas, tapi karena kontribusinya gede banget. Kalau ada dia di ruang meeting, semua orang otomatis ngedengerin. Aura “gue tau apa ya...